Dear, kamu yang (pernah) menapakkan jejak di hatiku.
Perpisahan adalah sebuah ketakutan kecil yang terkadang dianggap remeh oleh sebagian orang. Tapi tidak untukku yang lemah ini.
Aku ditertawai waktu.
Aku diabaikan oleh ramahnya sebuah cinta.
Aku terlalu takut menghadapi ini.
Aku tau ini sepenuhnya kesalahanku, yang tak bisa lagi mengerti apa yang ada dipikiranmu.
Tidak ada lagi suara dari bibir kecilmu untuk menyuruhku makan, dengan lembut.
Tidak ada lagi kata kata yang terdengar merdu di telingaku untuk menyuruhku tidak terlalu larut untuk tidur.
Tidak ada lagi yang memperhatikan kesehatan jiwa dan ragaku saat ini.
Aku rindu suara lirih dari bibir kecilmu. Sebuah senyuman penyejuk yang membuatku mabuk.
Tidak ada lagi tawa riangmu, saat aku berulah. Aku tau aku tidak lucu. Tapi demi menghargaiku, kamu tertawa dan menutupi kegaringan leluconku itu.
Tidak ada lagi yang menangis memikirkan perilaku ku.
Tidak ada lagi isak tangis dari hatimu untuk menahan kehilangan diriku.
Kamu pasti merindukanku. Kamu pasti kehilangan diriku.
Aku juga merasakan lebih dari itu.
Ingat selalu pesan-pesanku.
Jangan sampai kamu berada di tangan yg salah, sepertiku.
Aku selalu tersenyum dari jauh, melihat kebahagiaanmu.
Aku juga akan menangis terinjak. Terinjak rasa penyesalan apabila kamu merasa sedih dan pilu.
Maafkan aku, sayang.
Aku hanya seekor keledai yang merindukan sebuah pukulan untuk kepalaku yang bodoh ini.
Tertanda, sebuah masa lalumu. ![]()
Link reblogged from The Tao of Dana with 21 notes
For all the talk of “thinking” and “visualizing” and “the future”, the most important thing is the present as it is all we have and it is happening now! If you are spaced out, accident-prone, easily lost or have trouble focusing, you may need to do a little work toward getting grounded to enjoy your life and space a bit more. And, I might add, if you give a lot of energy to other people professionally you may need this more than you think!
Source: thetaoofdana
Quote reblogged from meine Leidenschaft with 9 notes
Rinduku seperti lampu taman. Di belakang sorot sinar lampu taman itulah ada kau dan juga dia yang sedang asyik duduk berdua.
Source: zarryhendrik
Link reblogged from meine Leidenschaft with 18 notes
Aku akan berbicara denganmu di dalam keheningan, aku akan melihatmu di saat mata memejam. Aku akan mendengar suaramu di acap kali aku bernyanyi, dan setiap aku melangkahkan kaki ini, akan kubuat kamu percaya. Kau akan menari di tiap jantungku berdebar, hingga kedalaman hatiku…
Source: zarryhendrik
Chat reblogged from meine Leidenschaft with 14 notes
Source: zarryhendrik
Pernah ada suatu cerita, seorang manusia dapat tertolong oleh rasa bersalah di dalam dirinya. Tetapi tidak sedikit juga suatu cerita yang menceritakan betapa penyesalan begitu membunuh dengan sadisnya. Mungkin ini pelajaran untuk kita bisa menolong diri sendiri, mungkin ini pelajaran untuk kita bisa lolos dari kepungan pikiran. (Zarry Hendrik)
Sebab biasanya kita selalu merasa lebih baik daripada sosok yang dikeluhkan orang. Jadi saat dirimu sendiri yang menjadi keluhan terbesarmu, siapakah yang lebih baik daripada kamu?
Photo reblogged from boss▲battle with 66 notes
So in love with Amy Pond as a character.
Source: izdvacb
Page 1 of 27